The Addiction

Written to make you addicted

Friday, April 28, 2006

1st post full english

I wanna write in English. Hehe. But I’m not sure whether I’m gonna make this blog in full English or not. Okay, I know that my header, sidebar, biodata, etc. are all in English. But not my posts rite? So, I’ll put a test page, although there were already several posts using full english.
Why? Because I wanna be a part of an international world, and I want my thoughts to be spread all around the world. And the international language a.k.a English will surely help me to do so. Ah, what a reason.
The simple reason is I wanna make friends from all around the world. It’s been my long time dream. I used to think about making penpals all around the world when I was a little girl but then, as the time goes by and the technology grows well, I’m thinking, why writing a goddamn long letters filled with unclear scribblings (yes, my handwriting is as bad as that) when you can simply type an e-mail? Or simply type a simple “hi” in people’s shoutbox. Hehe.
So my Indonesian pals, tell me how you think. And my abroad friends (who are still Indonesian, though), tell me how you think too. I think I’m gonna put a poll on the sidebar immediately.

Yes, to be honest, I’m still a bit reluctant to write this blog in English. It’s not that I have difficulties writing in English. Not a bit, actually. Except for the fokkin grammar of English. (Gee I suddenly remember the times I got 5-out-of-10 marks for my English grammar. Long time ago. Such a sad time.)
Well, I’m afraid that my writing style in English won’t be as good as my writing style in Indonesian. I’m pretty satisfied and confident about my Indonesian writing style but not English. Er, will you guys the readers tell me what you think about my writing style in English? Is it still nice to be read or boring? Tell me. Oh yeah, and I’m not sure whether the readers will get confused or not.

So, talking about my daily life.. How about a broken-heart thingy?
Ah, broken-hearted again. My, my. Poor, poor Sylvia Giacinta a.k.a Sylv. (still being proud of my newly-baptized name) Anyway, does Giacinta suit my name?
I hate being broken-hearted, but still that’s what I have to go thru, rite? And it seems like I’m getting used to it. Getting used to be broken-hearted. Maybe I’m a bit masochist because I like being hurt. No no no. No fuckin way. I am not a masochist. (despite the fact I once hurt myself using my nails when I was crying so hysterically. Just once, guys. Just once.)
But actually, I’m glad about this broken heart. This time, I’m glad. Oh, is that a sign of masochism? Don’t tell me I’m crazy. Please read on first.
Actually I’ve made a beginning of something. Ah, do I need to elaborate that something? But when I began that, I kept thinking about that guy far away, and maybe deep inside hoping that he’d feel the same way.. I’m not really sure about my feeling about the guy here, coz I was kinda afraid that my feeling was still “stuck” on the guy out there.
But now, hey, I already know what his feeling is. (“his” here refers to the guy out there) And so, there will be no more hoping and waiting for me. There’s already a guy here. But well, still, I’m not really sure about his feeling…
But at least, it will free my mind from thinking about that guy out there. And will make me sure to make a really good beginning on “that” stuff.
So.. A hooray for my broken heart?

Anyone to tell me about the “ketindihan” thingy?
Well, the situation when you’re in “almost sleeping” mode (not sleeping, but not fully open-eyed), then you feel that you’re not able to move your body. It feels like you’re being sat on by “something”. (Indonesia : kyk didudukin sesuatu gituuu)
And it feels terrible. And it occurs often. And it really distracts me, and makes me feel afraid.
Maybe it’s better to be “sat on” when your eyes are closed. But in my situation, my eyes were wide open and I didn’t see anything at all but the real scene of my bedroom. Not a single thing upon my body and I felt being “sat on”!
Such a scary experience. Anyone, tell me please.
Yea, I was thinking that I just had a dream but then, it felt so real. I could (barely) shout for help, I could see the real scene of my bedroom, and my eyes were open!
Oh my, my. Someone help me please.

Ciao for now.

Thursday, April 27, 2006

saya jenuh. saya muak.

J E N U H.

Ini kata yang cocok banget menggambarkan mood saya sekarang.

Another word : M U A K.

Ya, itu yang saya rasakan.

Ah, masa SMA tinggal sebulan lagi (kurang malahan), dan rasanya lamaaa sekali. Eh ngga ding. Kadang-kadang rasanya juga cepat. Kok tanpa terasa sudah mau ujian sekolah (tanggal 1-3 Mei) dan juga ujian nasional (16-18 Mei).

Duh. Saya jenuh banget ngeliatin soal-soal latian ujian. Saya muak musti bercapek-capek dan muter-muterin otak ampe kebelit buat menyelesaikannya.
Saya jenuh belajar berbagai macam pelajaran yang tidak akan berguna bagi saya. (Contoh : fisika) Saya muak ngafalin rumus-rumus yang ajegile banyak bener. (just fyi, rumus fisika yang harus saya afalin ada 8 lembar folio)
Saya jenuh mikirin mau kuliah di mana (dan ambil apa). Saya muak ditanyain mau kuliah di mana (dan ambil apa).

Lord please stop this!!

Kata mantan pacar saya, kalo lagi pada masa “klimaks SMA” (seperti yang saya hadapi sekarang), enaknya kalo lagi ada pacar yang setia nemenin.
Halah, mana ada? Hmph.
Tapi ngga berarti saya jenuh jadi jomblo kok. In fact, saya mulai terbiasa.

***

Saya nangis melulu.
Lagi.
Dan saya merasa lemah sekali.
Bukannya saya yang biasanya selalu siap siaga waktu ada orang nangis meraung-raung dan meracau “Kenapa sih Vi.. Kenapa sih Vi.. Kenapa sih.... Gua ga terima.. Kenapa begini sih Vi..Kenapa...” ?
Bukannya saya yang biasanya selalu punya kata-kata maut buat menenangkan orang?
Tapi nyatanya saya ga bisa melakukan itu untuk diri saya sendiri.
Dan apa ada yang bisa? Saya tau sendiri kalo saya adalah orang yang sangaaaaat keras kepala dan sangaaaaat sugestif.
Dan nangis terus-terusan kayak gini dan dengan alasan yang mostly selalu sama bikin saya merasa jadi kayak anak kecil yang nangis waktu mainan idamannya tidak dibelikan oleh orangtuanya.
Dan tiap kali mau nangis pasti saya mati-matian berusaha buat nahan. Kata suara di dalam diri saya, “Ngga Vi, lo musti kuat!”
Kuatkah saya? KuatkaH?

Saya takut bahwa saya lagi menghadapi suatu kenyataan.
Kenyataan bahwa saya harus merelakan mimpi saya hancur berkeping-keping.
Biasanya nasehat yang saya kasih buat orang-orang yang menghadapi masalah kayak gini adalah : “Kalo lo udah bermimpi, lo musti sadar bahwa mimpi itu punya kemungkinan untuk ngga terwujud. Dan lo harus menjalankan kenyataan, bukannya mimpinya jalan terus”.
Tapi nyatanya saya ngga siap untuk menghadapi hancurnya mimpi saya, kalau beneran terjadi.
Kemaren nyokap baru bilang lagi bahwa saya jangan kuliah di luar Jakarta. Alasannya? Masih alasan keluarga. Masih dan akan selalu menjadi alasan keluarga. Pasti.
Ah, atau semua alasan ini cuma bikin-bikinan? Tell me Mom. Kenapa banyak banget alasan yang Mama suguhin buat Vivi? Dan Mama ga konsisten sama semua itu.

Mama pernah bilang, ga cukup biaya.
Tapi beberapa bulan kemudian Mama bilang itu semua bukan masalah biaya.
Dan Vivi tau persis memang harusnya biaya bukan masalah.
Tapi anyway, Mom, you really succeeded to make me really think that we don’t have enough fund for my study. Great work.

Mama pernah bilang, Vivi belon mandiri dan ga bisa ngelakuin apa-apa sendiri.
Very funny and contradictive, because it’s you yourself that teaches me to be independent. Mama bilang, “Jangan ngandelin orang lain. Ga ada orang yang bisa lebih kita andelin daripada diri sendiri.”
Once again, you succeeded, Mom. Vivi bisa melakukan banyak hal sendiri yang ngga biasanya anak seumur Vivi bisa.
And, don’t you realize it Mom, that you had given birth for a fast-learner? Maybe it’s hereditary, anyway.

Di lain waktu, masalah keluarga. Bukan keluarga inti. Mama bilang, Vivi ga boleh jauh-jauh dari mereka karena mereka butuh Vivi. My question is, apa mereka, yang notabene terhubung sama Mama cuma karena pernikahan Mama sama Papa, lebih penting daripada Vivi, anak Mama sendiri yang Mama kandung 9 bulan dan dibesarkan sampai sekarang? Jadi kebahagiaan mereka lebih penting?

Dan yang sekarang, masalah keluarga inti kita sendiri.
Dan entah kenapa Vivi susah percaya sama alasan Mama yang ini.
It seems like you have run out of reasons to make me stay, then you made up this reason, that directly attacked my weakness.
Atau cuma Vivi yang terlalu curigaan?
Tell me Mom.

Mama ngga pernah ngajarin Vivi buat bermimpi, tapi Vivi udah “jagonya” bermimpi dari jaman dulu, sampe2 Vivi takut jadi gila gara-gara keseringan daydreaming.

.........................................
Titik ini bukan tanda habis.
Ini adalah ellipsis.
Tanda bahwa ada sesuatu yang belum selesai.

Back to the jenuh and muak section.

Saya jenuh bolak-balikin brosur universitas. Saya muak ditelepon terus sama agen pendidikan.

Saya jenuh ngerjain berbagai tes untuk mengetahui my true potential (yang percaya ga percaya biasanya selalu menyertakan bakat matematika di hasilnya). Saya muak ngeliat orang yang merasa lebih baik dari saya. (dan ya, saya benci kalau melihat ada orang yang lebih baik dari saya. Why hide? It’s true)

Saya jenuh tinggal di rumah ini. Rumah dengan ventilasi super bagus sampe2 semua suara bisa terdengar seperti layaknya sumber suara ada tepat di samping kuping. Saya muak tinggal di Jakarta dengan make-up kemacetan yang tambah tebal saja.

Saya jenuh berhadapan dengan orang munafik dengan senyum dan tingkah laku palsunya yang menjijikkan. (yes, it’s that slut) Saya muak terus-terusan berpikir tentang masa depan saya yang tampaknya cuma dibangun dari sekian banyak mimpi yang bergelimpangan tanpa arah tanpa kepastian yang menjanjikan secercah cahaya yang seakan semu.. (bingung? ya intinya saya juga bingung)

Saya jenuh terus-terusan mengkritik pendidikan Indonesia (dan hal-hal lainnya) yang perubahannya selalu dimulai dengan kata “Kami akan berubah ke arah yang lebih baik” dan ditutup dengan kata “Insya Allah” segera setelah dimulai. Saya muak dengan keadaan stagnan Indonesia.

Saya jenuh berhadapan dengan masalah yang itu-itu saja yang rasanya tidak ada habis-habisnya. Saya muak berhadapan dengan orang2 yang bersikap layaknya mereka tahu semua masalah dan punya penyelesaian yang tepat padahal mereka adalah orang2 yang seumur hidupnya tidak pernah kenal susah.



Cuih!!

Wednesday, April 26, 2006


Photobucket - Video and Image Hosting


wah. counter saya sudah 1000! akhirnya.. hehehehehe.. tapi sayangnya, counternya jadi seribu karena saya lagi ngeliat blog saya sendiri bwt liat2 shoutbox dan comments sekalian ngeliatin nama baru saya di profile : Sylvia Giacinta. Hehehehe. Ada yang perhatiin ga saya ganti nama?? Bukan ganti nama sih. Cuma berhubung saya kemaren pas easter baru saja dibaptis menurut tata cara katolik, jadilah saya punya nama baru a.k.a nama baptis, Giacinta. Dan sebenernya ga cuma nama baptis loh. Saya punya nama krisma juga. Jadinya harusnya nama saya jadi Maria Giacinta Sylvia. Tapi saya pake Sylvia Giacinta ajah. Lebih ngepop dan cocok jadi nama panggung. Halah,,, manknya mau jadi penyanyi?



But back to the topic. I'm my own 1000th visitor. Gosh. THat's a silly situation.



Anyway, saya kaget juga bahwa banyak komen regarding post saya di bawah ini yang memuat foto saya dengan .... . Halah. Males nyebutinnya .Tebak sendiri deh.Huahuahauhauahua.



Ah sudah ah segini dulu post ga penting saya. Post penting menyusul. Hehehehe.

Tuesday, April 25, 2006

Hasil belajar photoshop... yang gagal..


Image hosting by Photobucket
Wahahahahaha. Beginilah saudara2, hasil penggabungan foto saya sama... siapa hayooooo? huahauahuahauhuahuahua.. Mirip gaaa?



Iya iya, fotonya beda tinggi, terus muka si cowok aneh itu kegedean, keputihan lagi. Jangan protes yaaa.. Saya kan baru belajar..



Pake ditutorial segala lho! Trus diomelin pula.. Huahuahauhauahuahua...



Oh MGI PHotosuite.. Ke mana dirimuuuu? Siapa sih yang pinjem CD program gw?? BAlikin dooonkkk!!!



Fotonya lucu ya.. *winks*

Sunday, April 23, 2006

Hai kawan2, ingat tak saya pernah bingung-bingung nyari topik buat ujian praktek BI saya (wicara)?
Tadinya sih mau jadi reporter, tapi dua hari sebelonnya, muncullah ide brilian di kepala saya.
Jadi presenter.
Tapi bukan presenter biasa lho. Mana ada acara ngobrol2 cuma 5 menit. (waktu maksimal ujian cuma 5 menit)
Saya jadi presenter kuis singkat. Itu lho, yang biasanya diselingin di antara program 1 dengan program lainnya. Ini loh skrip saya..

Yak selamat siang para pemirsa, tentu Anda senang kembali berjumpa dengan saya, Sylvia, dalam acara kuis singkat favorit Anda : ....................................
Dalam kuis 5 menit ini, Anda berpeluang mendapatkan uang sebesar Rp 250.000,00 dan juga kesempatan untuk mendapatkan grand prize : sebuah ponsel Nokia N90!
Kuis ini akan mengetes pengetahuan umum Anda, jadi siapkan ensiklopedi Anda yang paling tebal sekarang juga dan langsung telepon ke 0800 0000000
Sekali lagi, telepon ke 08000000000
Ya pokoknya, 08 0 sembilan kali
Yak baik, sekarang kita angkat teleponnya, siapakah yang beruntung?

>Halo
>Halo
>Halo juga.. Siapa ini?
>.....................(nama)ßterserah deh mau apa
>oke, ........, betul? ........... dari mana?
>dari Jakarta
>Oke, ......... dari Jakarta, sudah siap menjawab pertanyaan dari saya?
>Siap
>Baiklah, pertanyaan pertama dari saya, “Apakah ibukota dari Australia?” Sekali lagi, “Apakah nama ibukota dari Australia?”.
>mmm...
>Yak, waktu Anda hanya sepuluh detik dari sekarang!
>mm.. mmm... mm...
>Ayo, dijawab!
>Sydney!
>Sydney?
>..........., apa tadi kamu baca ensiklopedi?
>hah? *kebingungan sama pertanyaannya*
>Kamu tadi baca ensiklopedi?
>Eh.. Nggak.
>Kalau begitu harusnya tadi kamu baca, karena jawaban sebenarnya adalah Canberra! Jadi jawaban kamu SALAH!
>Oh.. Salah ya..
>Iya, maaf ya ..............., mungkin bisa coba lain waktu.

>Yak baik, tadi ........ kurang beruntung! Bagi Anda yang merasa berpengetahuan luas, silakan coba peruntungan Anda dengan menelepon 08000000000. Pokoknya 08 0 9 kali. Baik, tampaknya sekarang sudah ada yang masuk, mari kita angkat penelepon berikutnya..

>Halo?
>Halo?
>Yak di sini kuis ............. . Siapa ini?
>..................... .
>.................. dari mana?
>Dari Bandung!
>Oh dari Bandung! Kumaha’ kabarna teh?
>Bae..
>Oke, ................ sudah siap?
>Sudah.
>Baik, waktu Anda 10 detik sejak pertanyaan dilontarkan. Sekarang dengarkan baik-baik pertanyaannya. Ada berapa propinsi di Indonesia?
>Emmm.. 27? *nada ragu2*
>Berapa, ........?
>27.
>Wah, ............. sekarang sudah tahun berapa sih?
>Hah? dua ribu.. enam
>Iya benar, 2006, dan sayang sekali ...............! Di tahun 2006 ini Indonesia sudah memiliki 32 propinsi! Jadi maaf, Anda belum beruntung tampaknya.
>Oh.. Ya udah, ga-pa-pa...
>Iya, terima kasih, ............... !

>Wah, tampaknya banyak pemirsa kita yang pengetahuannya umum kurang! Makanya saya sarankan, banyak-banyaklah membaca buku! Dan karena kita masih ada sisa waktu, mari kita buka lagi telepon kita. Bagi Anda yang merasa berwawasan luas dan ingin memenangkan Rp 250.000,00 dan kesempatan memenangkan nokia N90, silakan angkat telepon Anda dan putar 08000000000. Singkatnya, 08 0 9 kali. Sekali lagi, 08 0 9 kali untuk memenangkan 250rb rupiah dan kesempatan mendapatkan nokia N90! Yak, tampaknya sudah ada penelepon yang masuk!

>Halo?
>Yak, siapa ini?
>................
>............. dari mana?
>dari Jakarta.
>Oke, .............. dari Jakarta. Sejauh ini Anda adalah penelepon ketiga. Apakah >Anda yang akan jadi beruntung kali ini?
>Yah, insya allah.
>Oke. Sudah siap ............ ?
>Sudah.
>Baik, dengar baik-baik pertanyaan saya, waktu Anda maksimal hanya 10 detik dari pembacaan pertanyaan. Cukup jawab 1 pertanyaan untuk mendapat 250rb!
>Oke.
>Baik, ini pertanyaan saya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY adalah presiden Indonesia keberapa? Waktu Anda 10 detik!
>Mmm.. Mmm.. *mikir bentar* ke-6!
>Keberapa, ................... ?
>Ke-6.
>Anda yakin?
>Mmm.. Iya, yakin!
>Benar, yakin?
>Iya.
>Oke, selamat ............... ! jawaban Anda benar! Anda mendapatkan Rp 250.000,00 dari kami, dipotong pajak.
>Wah,,, terima kasih!
>Selamat ...............

>Baik pemirsa, demikianlah kuis singkat kita ......................... . Ingat pemirsa, banyak-banyaklah membaca buku. Seperti kata orang, buku adalah jendela dunia! Dan juga bisa memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan Rp 250.000,00 dan, kalau beruntung lagi, sebuah ponsel Nokia N90! Baiklah pemirsa, sampai jumpa lagi pada waktu yang sama keesokan hari, masih bersama saya Sylvia dalam ................ !

Eh iya, nama kuisnya "Sekilas Kuis". Makasih bwt indra si pengangguran yang ngasih ide.. huahuahauhau..

Emm, apa? Hasil ujian ini? Hehe.
Guru Bahasa Indonesia gw > (sambil ngakak) gokil nih! Gokil banget!

Tauk dah maksudnya apa. Hehe.

Saturday, April 22, 2006

Bukubukuku

Saya lagi sutrisno a.k.a stres. Bukan, bukan karena pelajaran di sekolah. Itu mah dah makanan sehari-hari.
Saya sutrisno banget nih ngeliat buku-buku saya.
Ngga cuma buku-buku. Semua koleksi literatur saya. Majalah yang ajegile banyak bener. Komik-komik yang sampulnya udah pada lusuh semua. Koleksi Intisari dari taon entah kapan. Novel-novel teenlit yang kebanyakan bikin saya nyesel abis beli. Buku-buku cerita anak bergambar koleksi dari jaman TK. Dan masih banyak yang laennya.
Yang membuat saya sutrisno kliyeng-kliyeng adalah JUMLAHNYA ITU LOH. Banyak banget. Dan masalahnya, tempat saya terbatas. Alhasil koleksi literatur bukti kegilaan saya membaca sejak TK (gw dah bisa baca sejak umur 2 taon, kt nyokap gw) itu ngga bisa tersusun rapi layaknya di perpustakaan.
Padahal di rumah ini saya punya perpustakaan. Lengkap sama raknya. Tapi sayang sayang si patokaan, perpus ini merangkap jadi gudang. Alhasil, berantakan. Belon lagi raknya lumayan tinggi. Jadi ade2 saya klo ngambil buku di rak-rak atas, (yang unfortunately, adalah rak untuk komik) mereka males balikin ke tempat asal soalnya ga nyampe. Alhasil mereka taroh begitu aja sembarangan. Beberapa hari lalu baru terjadi insiden di perpustakaan saya ini. Sebegitu banyaknya tumpukan buku di sini, tiba-tiba.. RUBUH! Ya ampun. *jedok-jedokin kepala*
Anda mau liat perpustakaan merangkap gudang saya ini?

Image hosting by Photobucket


Foto diambil memakai kamera VGA Nokia 3660. Protes akan keburaman dan ketidakjelasan foto TIDAK AKAN diterima.

Beginilah saudara-saudara, penampakan perpustakaanku yang malang. Anda bisa melihat siluet buku Harry Potter 6 (and The Half-Blood Prince) edisi Bahasa Inggris di rak kedua? Eh ya ampun. Kok dia di situ ya? *kabur dulu menyelamatkan*

Nah, saudara-saudara, sebenarnya koleksi bahan bacaan di rumah saya tidak hanya ada di perpustakaan. Di rumah saya, Anda bisa baca di manapun. Literally. Everywhere. Mau sambil duduk anteng di atas kloset juga bisa. Jadi di manakah letak buku-buku saya yang lain?
Buku-buku pelajaran saya tentunya ada di meja belajar yang sama sekali tidak pernah dipakai belajar. *sigh*
Inilah penampakannya..

Image hosting by Photobucket

Berantakan amat. *malu sendiri* Di baris kedua dari kiri, kalau Anda melihat buku tebal warna merah-biru menyembul, itu adalah Webster Dictionary and Thesaurus. So far, buku terbesar yang pernah saya punya. Kalo soal barang-barang sekolah, yang lebih bikin saya sutrisno adalah kertas. Buanyak ajeh kertasnya. Liat aja meja belajar saya berhiaskan si putih itu di mana-mana. Argh.

Satu lagi tempat bahan bacaan saya berada. Yang ini sih wajib ada supaya saya punya obat insomnia. Yak, Anda benar saudara-saudara, adanya di kamar saya. Ditaroh di sebelah hi-fi, di atas rak susun tiga.Tadinya rak ini mau dipake buat taroh tempat CD yang diputer di hi-fi, tapi belon lagi tempat CD dibeli, raknya udah penuh duluan. Beginilah.

Image hosting by Photobucket


Duh. Benar-benar bukan cara menaruh buku yang baik. Liat aja komik saya jadi pada ga jelas gitu posisinya. Di tingkat 2 ada majalah-majalah. Cosmogirl, Seventeen, Spice, Cita Cinta, Femina, sampai FHM aja ada. *baru nyadar bacaan saya banyak bener* Di sini tempatnya majalah-majalah yang saya dapet gratisan pas lomba, apalagi pas Binus E-com ama NEO BiNus. Langsung banyak koleksi majalah saya. Hahahaha. Masa 3 hari (apa 4 hari gitu) lomba, dapet majalahnya sama mulu? Alhasil saya bagi-bagiin ke fakir miskin.... Eeehh maksudnya ke sepupu dan teman-teman saya..

Jadi kawan-kawan sekalian, intinya, saya sutris benjed ngeliat koleksi buku saya yang tambah bleberan ke mana-mana. Taroh di mana boookkk?? Penuh, tempeeee....!! *tiba-tiba ganti gaya nulis*

Gimandang ya? Mau tambah rak buku, dah ga ada tempat. Masa buku-buku gw mao dikiloin? Bisa masuk rumah sakit jiwa gw nantinya. Tapi kykna semua majalah mendingan dikiloin aja kali ya? Bobo, Cosmogirl, Gadis, MTV Trax, Seventeen, ... ,... , ... ,... . Wah tapi jangan! Kali2 bbrp taon lagi ada yang mao beli... Saya jual lewat e-bay! Eh, apa itu namanya e-bay versi Indonesia? Yello ya? Apalah namanya! Waaaaah bisa-bisa sepuluh taon lagi harganya mahal! Lumayan tuh buat modal usaha! Heheehehheehe.

Eh, tapi kalo koleksi saya yang ini ga bakalan saya jual. Ga bakalan saya otak-atik deh.


Image hosting by PhotobucketImage hosting by PhotobucketImage hosting by Photobucket

Hehehehehe. Ini koleksi piala saya. Yang tinggi-tinggi itu Spelling Bee (lengkap dengan nametagnya loohh), yang tiga berjejer itu piano.

Oyah ngomong2 koleksi, saya lagi berpikir bwt ngoleksi barang.
Bukan perangko, kertas kado, buku (udah kebanyakan boook), boneka, ato apalah.
Saya lagi pengen ngoleksi karcis parkir.
Abis karcis parkir pada lucu-lucu sih. Warna-warni gitu. apalagi karcis parkir mall. Lagian kan bisa buat pamer di kemudian hari, “Nih dulu pas gw muda gw dah keliling mall se-Jakarta loh. Neh loh buktinya...”
Asik juga kan? Huahuahuhaua. Sebenernya sih waktu itu dah pengen mulai. Udah mulai ngumpulin. Malahan saya udah dapet karcis parkir Mal Artha Gading yang warna-warni cantik itu sama sebuah karcis parkir yang dijamin langka : karcis parkir gratis di Joseph Wibowo Center (a.k.a Binus IUP building). Hehehe.Tapi entah ke mana semua tuh koleksi baru saya. Huhu.
Baru mau mulai lagi neh. Hehehehehheehhe.

Duh. Dahan dulu ah. Mau tiduran di kamar ber-AC.
Jakarta is so damn HOT!!!!!!!!!!

Thursday, April 20, 2006

Abang,,,

Abang,
Neng kangen.
Padahal Neng dah menghindar. Neng pikir, Neng cuma terobsesi. Ato some kind like that. Abang terlalu jauh. Bukan cuma masalah jarak literally. Tapi rasanya, emang Abang jauh.
Neng pikir, Neng harus get real. Neng ga nyapa Abang kalo muncul di msn. Tapi Neng pernah nyoba. And you weren’t there. Dan rasanya sekarang Neng males nyoba lagi.
I mean, I said it to myself, get a life, Sylv!

Abang,
untung di sini ada yang bisa gantiin Abang. Tapi sekarang dia pun jauh Bang.. Kenapa ya Neng selalu terlibat sama yang jauh-jauh? Ada juga satu lagi yang supersibuk “gangguin” Neng. Neng sih ga masalah, coz orangnya juga fun-fun aja.

Abang,
Neng pikir, cukup sampai situ aja. Biarlah Abang cuma jadi seseorang yang pernah Neng kenal. Seseorang yang ninggalin trace berarti. Tapi ya udah itu aja. Ga usah diperpanjang.
Tapi kayaknya Neng salah Bang..
Neng buka friendsternya Abang barusan. Neng liat-liat foto Abang. Tanpa sadar, Neng nangis. Ternyata Neng bener-bener kangen Abang...
Ato ga tau deh. Neng ga ngerti kenapa.

Abang,
Neng pengen ada Abang kayak dulu. Dimulai dari sms-sms geje kayak “Abaaaaaanggg....” ato “Duh duh duh. BT”. Abang bisa bales, bisa ngga. Tergantung hoki.
Neng ga tau deh waktu itu Abang sebel apa ga. Ato mungkin dulu Abang ga bales sms neng karena sangaaaat ga penting?

Abang,
Neng ga ngerti. Neng ga yakin.
Apa semua kedekatan kita dulu cuma bayangan? Apa itu semua not real?
Kok rasanya aneh.... Rasanya ada sesuatu yang sangaaaaat aneh. Ada sesuatu yang harusnya not there. Tapi apa? Neng ga ngerti...
Kenapa semuanya tiba-tiba feels wrong?

Abang,
Neng jadi bingung.
Apakah selama ini Neng benar-benar hidup dalam kenyataan?

Abang,
Neng kangen.....
Banyak banget hal di sini yang bisa ngingetin Neng tentang Abang. Dari lagu-lagu (Don’t Lie by B.E.P, You’re Beautiful by James Blunt, etc), ngeliatin wisma Aldiron, ngeliat Fish n’ Co., ngeliat brosur passfour, dll dll.

Abang,
Neng bingung, kenapa Neng nangis tersedu-sedu gini.
Padahal Neng pikir, that wasn’t real...
Neng pikir, itu cuma salah satu kegilaan Neng yang buta gara2 feeling yang ga pasti.

Abang,
Abang baca ga ya....................

Saturday, April 15, 2006

Jaman penjajahan Belanda... hmmm

Ga tau neh, lagi pengen aja ngomongin soal penjajahan Belanda jaman dulu.
Kepikiran gara2 tadi pagi waktu gw ke makam kucong gw, bokap gw ngomongin ini. (Di mobil ngomongin ginian?? Iyalah, bokap gw gitu lhhoooo)
Jadi bokap gw bilang, kok kayaknya indonesia lebih maju waktu masih dijajah. Specifically Bangka, yang notabene adalah kampung halaman bokap gw.
Bayangkan sodara2, 100 taon lalu di Bangka, sudah ada TREM. T R E M. Iya, trem. Kereta listrik itu. Yang jalan di atas rel. 100 taon lalu loh. Dan sekarang di Jakarta monorel aja ga jadi2. (kenapa mas pemda?? ga ada dana ya?? Dananya dikorup mulu siiihh..)
Trus dulu di Bangka, penambangan timah (sumber mata pencaharian paling utama di Bangka) itu udah dilakukan dengan alat elektrik. Dan untuk itu, Belanda dah bikin pembangkit listrik. Taon 1910, kalo gw ga salah inget bokap gw ngomong. Whoa. Pembangkit listrik tenaga uap lho.
Dan begonya laknatnya biadabnya, tu pembangkit listrik DIRUBUHIN. Ampe rata ama tanah. Terus badan-badannya dicolongin trus dijualin. Astaga. Dan diganti pake pembangkit listrik tenaga batu bara. Busyet.
Mau tau kehebatan Belanda yang laen? Kalian2 anak jakarta yang pernah ke Bandung lewat tol cipularang, pernah liat ga sebuah rel kereta api yang menjulang tinggi gitu? Rel itu dah dibikin hampir 100 taon lalu juga. Dan masih stand strong sampe sekarang. Bayangkan betapa hebat konstruksinya. Sedangkan, tau sendiri, waktu itu ada kan menara stasiun TV yang rubuh cuma gara2 angin??
Sigh.
Gw juga bingung, dijajah sekian lama sama sebuah bangsa yang segitu pinternya kok ga membuat bangsa ini pinter sih? Gw bingung dateng dari mana tuh semua budaya jelek. Budaya-budaya jelek ini contohnya : korupsi (ga usah dikomentarin lagi deh), males kerja (wuih orang indo bukannya paling seneng kalo istirahat kerja? Istirahat terus ga balik2 ke kantor. Hihi), berpikir pendek (tau cerita orang Indo yang berdagang terus sekalinya dapet untung langsung traktir sana-sini dan akhirnya bangkrut?). Kok kita sama sekali ga dapet budaya orang Belanda sih? Kenapa?
3.5 abad dijajah dan di budaya kita sama sekali ga ketinggalan jejak mereka. Gw sebagai orang Indo ngga ngerti musti merasa hebat ato bego. Hebat karena akar budaya kita kuat, ato bego karena kita sama sekali ga menyerap yang bagus2?
(btw, jangan sampe deh kebiasaan orang Belanda yang males mandi itu jadi budaya Indonesia. Ihh amit-amit dah. Panaaass!)
Belanda sekarang dah jadi negara kaya dan maju. Modern dan berpikiran luas. Semuanya gara-gara kita. Okay, ga secara langsung, tapi jelas kita punya peranan dalam membentuk mereka (belanda) jadi seperti itu. Dari mana mereka dapet duit dulu2nya kalo bukan karena VOC yang menguras abis sumber daya alam Indo? (nah, again. VOC yang terlalu kejam apa kita terlalu bego?)
Indonesia tuh sebenernya dah punya modal buat jadi negara maju. Sumber daya alamnya itu looohhhh... Apa sih yang ga ada di Indonesia? (okay, ga ada salju but that doesn’t count)
Apa yang kurang hayo dari Indonesia?
Sumber daya manusianya. Percuma punya bahan tapi ga bisa ngolah. Liatlah hasilnya di Indonesia sekarang ini. Ekspor bahan mentah, lalu impor barang jadi yang harganya bisa puluhan kali lipat dari bahan mentah. Padahal bahan mentahnya dari kita!
Inilah hasil dari sistem pendidikan Indonesia yang udah ratusan kali gua cerca sejak gw masih SD. (Dari SD gw dah tau sistem Indonesia ga bener bow. Masa kerjaannya ngapal mulu.)
Kita butuh anak-anak pinter dari Indonesia.
Ironisnya, anak-anak pinter Indonesia juga pada disabet ama orang-orang luar negeri. Jarang ada yang balik ke sini. (kecuali Yohanes Surya yang sangat nasionalis itu. Untung ada dia!)
Wajar sih kalo mereka ga balik. Coba pikir nih, karena mereka pinter, mereka ditawarin kesempatan sekolah di luar negeri. Pasti disabet dong. Trus kalo dah sekolah dan lulus, mereka yang super pinter bisa ditawarin kerja di sono, dengan posisi yang bagus dan gaji yang bagus. Siapa yang ngga mau? Sebodo amat deh kalo musti kerja 3 taon ama pemerintah negeri itu kayak aturannya si S’pore. Toh abis itu mereka punya kesempatan lebih luas buat merentangkan sayap (halah!), fasilitas untuk intelegensia mereka lebih ada, dan tentu.. Duitnya bow...
Emang bener sih kalo orang bilang ngapain balik-balik ke Indo kalo dah sekolah di luar negeri.
Kalo gw dapet di luar negeri nanti (doain ye!), gw juga ga bakalan balik ke sini.
Kenapa?
Ya..... Ngapain?

Friday, April 14, 2006

kau tak di sini..

Kalau kau sudah tak ada di sini,
entah apa yang akan kurasa.
Merajut hari diteman sepi
tak kubayangkan dan bukan citaku.
Aku inginmu
dengan segala yang ada padamu
Tak peduli, ku hanya ingin kau.
Menunggu dalam kelam
Tak jelas semua
Ingin kutepis semua kabut
tapi akankah kau biarkan?

I'm back.. from the grave. hehehehe

Whoa. Akhirnya sudah selesai semua.
Setelah 3 hari habitat gw ada di rumah duka (sebagai penerima tamu a.k.a resepsionis), gw udah kembali di depan kompi gw tercinta. Tepatnya di depan LCD monitor gw sih.
Segala macem prosesi dah gw lewatin. Prosesi yang supeerrr ruwet. Ruaaarrrr.. biasa deh ruwetnya.
Dari mau tutup peti aja dah ruwet. Ada yang musti suapin kucong (yang notabene udah jadi jenazah) pake nasi, trus masukin mutiara ke mulutnya. Yang ini gw ga terlalu tau sih soalnya gw ngendon di rumah aja, disuruh jaga rumah. Hiks.
Terus waktu jenazah udah disemayamkan, mulai deh bakar2an. Hehe. Bakar2 kertas2 yang katanya sih buat jadi duit di akhirat sono. Selain itu disiapin juga rumah2an, mobil2an, meja2an, kulkas2an, televisi2an, ah gitu2 deh pokoknya! (nanti barang2 ini dibakar waktu pemakaman, katanya ya buat bekalnya juga nanti)
Udah gitu ada acara doanya. Berhubung kucong gw menganut agama Budha (katanya sih aliran Konghucu. Tapi bukannya Konghucu itu agama? Ah ngga ngerti ah), jadi ya kita melewati berbagai prosesi agama Budha. Gw sih ga ikutan, cuma dengerin aja orang2 yang nyanyi-nyanyi (iya, nyanyi) doa-doa mereka. Ga ngerti apa-apa. Hihi. Acara doa-doa ini ampe 3 kali kalo gw  ga salah inget.
Tapi gw agak bingung sih ama prosesi pemakaman ini. Rasanya kok ada percampuran adat. Antara adat Budha, Cina, dan adat tradisional Indonesia sendiri. Mungkin antara adat Budha dan Cina masih nyerempet2 ya.. Tapi kalo untuk urusan meletakkan dua boneka “penjaga” (yang dikasih nama Surti sama Leman) di samping peti, bukankah itu adat Indonesia sekali?
Apa ngga yah? Tauk ah.
Yang paling seru adalah acara “tebar bibit” sebelon peti ditanam ke dalam tanah.
Gw kurang ngerti deh objektif acara ini, tapi yang jelas, waktu itu ada orang2 berlutut di depan lubang, terus seorang pemimpin acara lempar2in bibit jagung ama apaaa gitu beserta uang-uang logam sambil ngomong2 dalam bahasa Cina Hakka (kayaknya), dan kita yang berlutut “menampung” barang2 yang dilemparin itu pake baju kita.
Iya, baju. Jadi bajunya dilebarin gitu ke depan. Terus bibit2 yang tertampung di baju dikumpulin, nanti waktu hari ketiga ditaburin di makam. Terus uang-uang logam (@ Rp 25,-. Masih ada ya jigoan jaman gini?? Baru tau loh gw) dikumpulin dan disimpen.
Guess what? Gw yang paling banyak dapet uang logam. Dapet 7 keping bow. Yang lain Cuma dapet 1, paling banter 4. Gw dapet 7. Gile kan.
Katanya sih banyaknya keping logam ini menunjukkan kekayaan yang bakal kita punya nantinya. Huahauhauahu.
Yang paling kasian di acara pemakaman ini adalah istri kucong gw. Dia ga boleh ikut pemakaman. Sama nyokapnya kucong juga ga boleh. Katanya sih adatnya begitu.
Sedih ya, ga bisa ngeliat pemakaman suami karena adat.. Ato mungkin adat itu sengaja dibikin supaya istri/nyokapnya ga histeris waktu pemakaman?
Mungkin aja kan.
Sebenernya sih hal ini belon selesai2 amat. Biasa, nanti kita musti balik lagi waktu 100 hari dst.
Sekian saja berita pemakaman ini. Hehe.

Anyweisss, gw lagi bingung ama tugas wicara gw. Mau apa ya? Gw sih dah mikir bwt reportase tapi kok masih ga yakin. Ada juga yang bilang monolog aja. Tapi gw kurang ngerti monolog kayak gimana, gw juga ga yakin apa standar penilaian monolog, jadi gw rasa itu langkah berbahaya bagi gw. Kalo reportase ato presenter gitu kan gw dah tau lah apa aja sih yang dinilai. Palingan clarity, fluency, intonation, gitu2 lah. (kok pake bahasa inggris ya??)
Tauk ah. Bingung. Ada ide gaaa?

Monday, April 10, 2006

Obituari

Requiescat in Pace

Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yohanes 11:25)


Telah Berpulang ke Rumah Bapa di Surga

TONY
(Ah Thung)

pada hari Senin, 10 April 2006, di Rumah Sakit Satyanegara Sunter

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Jelambar, Jl. P. Tubagus Angke No. 49, Jakarta Barat.

Kami yang mengasihi :

Istri : Suniarty

Anak :
Thomas Americho
Febricca

beserta segenap famili dan sanak saudara



dan tentu saja saya sendiri, Sylvia, beserta seluruh anggota keluarga inti saya...

Rest in peace, kucong..........
Maybe this is your best way...



and how about me??
Let’s not think about it now..

Tickle: Tests, Matchmaking and Social Networking

Tickle: Tests, Matchmaking and Social Networking: "Sylvia, you have an unusually strong psychic talent in the area of Precognition

This means you have an uncanny ability to look into the future and anticipate what is going to happen. By knowing something's going to occur, you can even change the outcome of events for the better.

Sylvia, our in-depth analysis also shows you have other hidden psychic strengths including retrocognition (the ability to know what has happened in the past), telepathy (the ability to sense people's true thoughts) and clairvoyance (the ability to see the unknown). "


hahahahaaa.. keren nih..
sebenernya gw dah lama bikin ni tes..

Friday, April 07, 2006

Me and the fucking slut!!!

That fucking bitch.
I really wish I hadn’t known her before.
But the pathetic fact is, she was a close friend of mine. Gee. Now I wonder why could I be so stupid.
Who’s the biatch?? Not gonna tell you any name, but my ex-boyfriend surely knows. (yo, siaaalll! Harusnya aku percaya kata2 kamu. Sebel.)
It’s not that she’s doing a bad thing to me. But seeing her around, mocking people with that artificial smile and that fake attitude really freaked me out!
And the way she’s asking other people to do her stuff, even the tiny stuffs, made me go “Whoa? Who are you, bee-yatch? A princess or something like that, eh?”.
This is that bitch :
(the face has been removed for the sake of ethic codes)
*gee do i hav to follow the ethic codes for this bitch,anyway?*
Image hosting by Photobucket

photo taken in some cafe in Central Jakarta. Er, is it central Jakarta? Is the Wahid Hasyim road located in Central Jakarta. Gee I dun know. And who cares!
Anyway, I was there, with her and my classmates for a photoshoot.
(gaya banget ngomongnya. photoshoot bow)
I mean, a photoshoot for our yearbook.
And the theme was cafe. Bahasa Indonesia : ngafe. Hahaah. So we wore outfit as if we were going to hang out together in the cafe. Anyway, the photoshoot went rite.
And guess what was this biatch wearing? Arh. It’s just so not cafe. Okay, I’m gonna explain that. Keep on track and turn on your imagination mode.
Okay, the top was a black tanktop, with that rock-kinda-thing pattern. I forgot how exactly it looked like, but I think it was a bit like a rockband’s logo. Or something like that. Okay, summarize it up, the top was a “rocky” black tanktop.
On her neck he put on a scarf. I dunno if you can see it at the photo. Go see it. Got it? Well it was a grey scarf, with black spots on that. It made me recall Jackie Onassis. Hahaha. You know, that widow of John F. Kennedy who married Aristotle Onassis. But this bitch here didn’t look like that stylish Jackie, in case she was trying to. Faaaarrr from Jackie.
Okay, a “rocky” black tanktop with a grey dalmatian scarf. Hmm... Got the piccha? Imagine it... Dang.
How about the bottom part? Hmm.. What do you think it should be?
Oh well guys, she wasn’t wearing a pair of short-short pants or a pair of hotpants, actually. But still, it looked... Amusing for me.
She wore... A bohemian-look long white skirt.
arh. For goodness sake.
And I’m not continuing this because I’m not a goddamn fashion reviewer or... Arh. Whatever the word for that.

So, listen to me closely how could I be so mean to call her “bitch”.
She was the one girl in the school retreat on puncak who made the statement  : “Gua sih ga mau loh kebanyakan kontak fisik ama cowok gw kalo dah jadian nanti. Gw rasa, kita kan harus selalu menjaga diri sendiri.”
English translation : “I won’t do a lot of physical contact with my later boyfriend. I think we need to take care of our body.”
Why did I translate that, btw? Like there’s any non-Indonesian speaking peepz who read my blog.
Ah, anyway.
That statement made the girls go “Whoa. I wanna be like you. I wanna have a principle like you do.”
Oyea. Please note. Except me.
Yea yea. Whatever.

But then after she (finally) broke up with his super kind boyfriend, his ex-boyfriend came to me and say : “Do you wanna hear a story, Vi?”
“Yea, what story?”
“I’ll tell you in the sms.”
“Rite then.”
Okay, i wasn’t talking in English but yeah. Who cares.
And do you know what that nice guy said?
He said that he had made out with that fucking slut.
Make out. Touching each other’s “thingy”, caressing, kissing, should I get the details for you here?
And that guy told me all the stories. Hahahaha. The story in the fitting room (fucking shit! Fitting room?? Puh-Leez find any other nicer places will ya??)
The story in an internet cafe (warnet). *another shit* . In the cinema (okay, I’ll tolerate this one). And many others.
And she’s that i’m-so-naive-and-i-wanna-keep-my-body girl who said she would keep her body from a guy’s touch? D~uh. Tell me then.
And what’s more shocking is the next next story. One day, her ex-boyfriend sms me.
“Vi, tmpt makeout yg enak dmn ya?”
Ha? I was shocked.
“Mank u mo make out ma sapa?”
“Ama si XXXXX. Dia yang ngajakin.”
Whaattt? That fucking shitty i’m-so-next-door-girl slut asked to have a make out?
Do I have to make it more obvious?
(anyway, he didn’t go for it)
And this is a hilarious one.
One day, the poor ex-boyfriend approached me.
“Wank, gw mau ngasih liat elo sesuatu. Sms dari dia. Sebelon gw apus neh.”
“Hah? Boleh boleh.”
Then I got that cellphone and read it.
And I just wanted to vomit.
It was like this : (i don’t remember all of it, this is all I’ve got)
“Bygkan kita berdekatan sayang.. Kaki kita saling bertaut.. Kita berciuman sayang. Udara menjadi panas.. Panas sex, sayang... Aku merasakanmu dan kau merasakanku...” And the blah and the blah and the blah. WHATEVee!”
Eeewwhh. The first thing I shouted after I finished reading was “Corny!”.
I did say corny. The English word. Corny. Bahasa Indonesia : Norak, basi.
It’s just so.. Eeeewwwhh.
Do you want something more hilarious?
Okay, another question from the ex-boyfriend.
“Syl, mank slaput dara ada di mana sih?”
I explained to him.
“Ngga bisa ya kalo ML ga ditembus?”
“Hah? Maksud lo?”
“Itu si XXXXX ngajakin simulasi ML (making love, in case you forget). Tapi gw ga mau bikin dia ga virgin lagi.”
Oh well. Just in case you think that asking for a make out ain’t enough yet.

Argh. I’m gonna stop. You know what, writing this stuff made me go EeeewWwwwWWWhhhHhhHhhhHhhh............
I think I want to vomit now.
Ciao for now!






***hhhuuuuuueeeeekkkkkkkk***
*sylv muntah di kejauhan*



oya anyway the story about this bitch haven’t finished yet. But I don’t wanna continue. Unless you want me to. Anyone wants more story bout that bee-yatch??

Thursday, April 06, 2006

what did i wanna be... what do i wanna be..

Yeah.. ini ngomongin tentang cita2. Jadi terinspirasi nulis ini setelah ngeliat blog indra.
Hmmm.... I wonder what did I wanna be.
My long time dream was to be a teacher. Really. Bener. Serius.
Mulia banget ya? hehe. Gw ga tau kenapa gw mau jadi guru. Mungkin karena gw suka ngajarin orang?
Abis itu, waktu smp, gw pengen jadi pemusik. Appreciation gw terhadap musik mang lagi pada puncaknya banget pas gw smp. Maen piano, mencoba (dan gagal) maen gitar, mencoba (dan gagal lagi) bikin musik, dll deh.
Dan seiring jalannya waktu, ilang begitu aja.. Musik cukup jadi penenang gw saat sepi. Gw ngerti banget, kalo mau serius di musik, itu a big gambling. Kalo lo emang jago, lo bisa sukses. BISA, bukan pasti. Dan untuk bisa bener2 sukses, itu ga gampang. Kalo dah ga sukses, mo jadi apa?
*aeh, bisa jadi guru musik yak. Kenapa ngga*
abis itu.. Pengen jadi apa ya? Gw pengen jadi penulis. Cieh. XD yang ini sudah tercapai lewat blog ini. hehe. Tapi seiring sibuknya sayah, yaa itu terbengkalai lagi deh mimpinya...
Sekarang gw pengen jadi apa ya?
Ga tau juga deh.
Gw kan dah bilang pengen masuk bisnis, dan nanti setelah selesai mau bikin restoran. Idenya original dari gw dan ga bakalan gw post di sini, takut dicolong idenya, hehehe.
Gw sempet mau masuk IT, tapi yah.. Ngeliat temen gw yang baru lulus IT tapi malah mau kerja jadi marketing communication. Yaelah..

Tapi still, sebenernya gw masih ragu..
Itulah kenapa gw naroh poll di blog gw waktu itu..
gw ga bisa ngeliat ke dalam diri gw sendiri.
Gw suka terlalu banyak hal.
Sampe gw ga bisa milih yang mana yang harus gw jalanin.
Huhu. gw teringet sama kata2 koko gw yang nempel banget..
"Jack of all trades would never be a master in a job"

eh tolong dong kawan semua, saya harusnya jadi apa siH? menurut kalian aja...

makasih.. saya tau post saya ini endingnya beda sama punya indra. good for him, for had found what does he wanna do..

oya, untuk sedikit ngasih gambaran, saya itu orangnya :
-procrastinator
-bisa kerja dikejar deadline
-bisa kerja under pressure
-kerja terus di belakang meja, ok. Mau kerja ketemu orang juga ok. hehe.
-(katanya sih) jago ngomong. Ato jago bullshit. Ato jago kongtay. Whatever.
-apresiatif terhadap seni, terutama musik. (yah kalo seni rupa sih gw kurang ngerti.. hehe)
-mau belajar, and a fast learner. Guaranteed.
-reading maniac. jadi kalo disuruh baca buku, oke ajah! apalagi disuruh review. Okeh!
-santai, tapi bisa serius

halah! saya pengen direview ama psikolog deh. ada ga sih blogger yang psikoloG?? Kenalin donk..

dunia itu sempit! percayalah...

Iya, percayalah. Apalagi saya dengan seseorang yang namanya males saya sebutin lagi soalnya di post sebelonnya dah ada namanya. Liat aja ke bawah.

Ampun deh. Bezbud dia sebenernya gw kenal.. Kita pernah ketemu (pasti pernah!) tapi masing2 ga tau..

dan tolong deh. kenapa juga jem segini di belakang rumah masih ada yang berkaraoke ria? Astaga.

Jakarta sempit amat.

Lingkaran Setan??

Kata droo, gw dah masuk ke lingkaran setan.
Dan sekalinya masuk, bakal susah keluar.
Walah.

Wednesday, April 05, 2006

Dear C

Dear someone, that will be called C.

Entah mengapa, malam begini, yang terpikir hanya dirimu.
Aku seperti orang linglung tanpa arah, terus-terusan menatap layar ponsel, tugas-tugasku tidak kukerjakan.
I wonder what you’re doing now.
Biasanya, selalu ada kabar darimu. Biasanya, selalu ada sapaan hangatmu. Biasanya, selalu ada pertanyaan-pertanyaan, yang meskipun tidak penting tapi selalu kuladeni.
Aku sudah mulai terbiasa. Dan mengapa kini kau membuatnya tidak biasa?

Kamu sibuk. Pasti. Kamu suka sibuk dan kamu tidak suka terus-terusan berdiam diri. Kau pernah bilang itu.
Kau mungkin terus menunggu nasibmu yang tak pasti...
Sudahkah ada kepastian bagimu? Aku terus ikut menunggu di sini...

Salahkah bila aku berharap kau ada di sini, meskipun kau bukan milikku?
Aku bukannya berharap hatimu. Aku tidak berani. Maaf kalau aku terlalu curiga tapi kau bisa saja menjadi seperti mereka-mereka itu yang telah membuatku hancur di dalam tanpa mereka tahu. Lebih hancur daripada yang mereka duga.

C, ayolah. Telepon aku. Sapa aku dengan hangat. Suara dan tawamu akan cukup melegakan aku.. Atau berilah sepatah kata seperti biasa kulihat di layar ponselku. Ya, aku memang tidak akan bisa membalasnya tapi tolong, berilah sepatah saja. Itu sudah bisa membuatku tersenyum.

C, aku merasa aneh. Kita baru bertemu sekali. Hubungan kita selama ini dibangun dari jalur-jalur virtual. Hampir nyata tapi tidak nyata. Tapi terasa nyata.
Kita pernah bertemu berkali-kali sebelumnya, C. Kita berdua tahu itu.
Dulu kita tak saling menyapa. Ada tapi seperti tak ada. Tahu tapi tidak tahu.

Tapi wajarkah seperti ini sekarang?
Mengapakah sekarang aku merindumu...

C, tunggu aku. Sabarlah. Kelak kan kuluangkan waktu untukmu, hanya untukmu. Meskipun mungkin agak sulit karena... Banyak halangan. Tapi percayalah, aku akan berusaha dan terus berusaha.

Karena itu untukmu.


Yours truly,
Sylv

Hi everyone, horray with me now.

Hoorayyyy!!

Nile TOEFL gw dah keluar, dan inilah reportnya...

Listening
25 (out of 30)


Structure/Writing
28 (idem)


Reading
26 (idem)


Total (out of 300)
263

Oyah, essay gw dapet 5.5 out of 6. Can you believe that? Yippie ya ya ya! Hahahahahahah..

Sooooo happy!

Tapi waktu gw mau ngabarin ke D di Jerman, Ko Aswin di Kanada, dan Ko Satya di Australia, pulsa gw abis aja gitu loh. Sialan.

Abis gara2 apa? Gara2 saya langsung nelpon orang begitu gw dapet nilainya. Siapa orangnya? Ada deh... Hehehehehe.

Tapi toh saya bisa ngabarin orang2 di atas lewat msn messenger... I love msn messenger! (don’t forget to add me up @ v_v_gr8@Hotmail.com!)

ciao for now~!

ujian praktek OR...

heran kenapa saya masih aja bisa ngeblog? Lha wong saya ngeblog dari sekolah gitu lloooooohh! yah, biarpun lemot, biarlah.. Saya rela, yang penting ngeblog.

tadi barusan ujian praktek olahraga. Lari 4x10 meter, ama basket.
Duh ini si ben pake bajak2 kompie gw buat baca blognya si jeen. Huhu.
Udah, back to blogging.

the exam went.. just rite. Despite the fact gw ketinggalan lari hampir 1 lap dari temen gw pas lari, dan despite gw agak2 lama pas basket tadi. BIAR!

Saya mau berterima kasih ke semua temen2 yang tadi teriak2 kasih saya semangat, terutama bwt ketua kelas kita tersayang BOIManuel 'gukguk' yang terus2an teriakin gw : Ayo doank! Ayo doank!
(btw, saya dipanggil 'doank' di sekolah)
Apalagi pas saya tinggal masukin 1 bola lagi. "Ayo doank! Satu lagi! Lari, doank!"
Boim makasih yaaa.. Biarpun kayaknya kemungkinan besar ga bakalan buka blog ini. Huhuhuhuhu.

Besok praktek kimia niiiihhh!!! Hadu gimana ya kalo saya sampe dapet yang karbohidrat,,, yang cari cincin ungu di tabung reaksi.. HALAH!
Semoga dapet yang bikin larutan aja... Ciaaa..! asiiik...

dan btw, gw lagi nunggu dijemput neh, gw mau ke menara imperium buat ngambil hasil toefl gw.
Gee.. Dapet berapa yaaa..

Dag...

Dig...

DUggg....

DHUEEERRRR







btw, buat apa ya saya tau hasil toefl? saya dah agak desperate untuk melanjutkan mimpi saya....

Tuesday, April 04, 2006

Lab Fisika.. Laporannya neehh!

Yak, rite away from the damn-shitty computer in SMAK 4 library,this is Sylvia reporting for The Addiction. Currently the weather is bright with no wind. NO, actually, it's windy and cool because I'm in the library.
Halah.
Anyway.
Setelah ujian praktek bio saya yang gagal total itu (saya baru tau cara bedah cumi2 saya salah T_T), saya menghadapi ujian praktek fisika.
Ohhh makasih banget Tuhanku di surga yang sayaaaang banget sama aku... Untung ujiannya gampang!!
Bukannya gw dapet yang paling gw kuasai sih. Tapi @ least, itu mencakup hal yang lumayan deket sama sehari2 gw : Listrik.
(FYI, bokap gw pemilik toko elektronika)
Judul penelitiannya HUkum Ohm dan cuma disuruh cari hambatan dua macem kawat.
(yang ngga ngerti, saya ngga mau jelasin. XD)
Tadinya sih temen satu kelompok saya sempet bikin shock : "Aduh. Aduh. Vi. Gw lupa nih. Mampus. Gimana nih. Aduh Vi. Aduh Vi."
Tapi akhirnya setelah menenangkan hati (karena sebenernya gw juga ga ngetik contekan dasar teori-tujuan-cara kerja-dll "hukum ohm" di hp. Heheheh), toh akhirnya gw bisa juga. Untung bisa ngerangkai. Itulah keahlian saya kalo di lab fis. Yang soal listrik2 deh. Hehe. Oh, dan bikin laporan. XD
Setelah puas ngegeser2 rhoostat (hambatan geser) dan memanipulasi data biar gampang diitung (hehe), jadilah saya menulis laporan. Sendiri. Duh.
Tapi, berkat Tuhan yang Mahabaik, semuanya bisa berjalan lancar. Biarpun sempet panik soalnya waktu dibilang waktunya tinggal 5 menit gw belon bikin grafik. Mana lem kertasnya jelek lagi jadi kertas gw meleot-leot gitu. Sebel . T_T
Dikurangin ga ya nilainya??
Besok ujian praktek Olahraga neh. Duh. Dengan badan saya yang udah menggelembung banyak gini, bisa ga ya dapet nilai bagus? Duh.

Ah. Udah ah. Yang penting hepi2 aja. =D

Monday, April 03, 2006

we'll see...

kok kayaknya gw tinggal nunggu ga lulus aja nih. T_T
belon lagi cerita serem gw pas ngeliat simulasi praktek bio di mana subjectnya adalah membedah ikan gw post, gw udah mengalami nitemare itu.
Begitulah, sodara2.
Itulah materi ujian praktek Biologi gw. Morfologi dan anatomi chephalopoda dan hewan. Which means : saya harus membedah cumi2 beserta hewan lain.
Apa hewan lain? Ikan.. Ikan... HuhuhuhuhU!!! ikann!!!
Sial. Sebenernya dia ga bilang ikan. Harusnya tadi gw bedah semut aja. Ah tapi semut kan avertebrata (ga pny tulang belakang)
Siaaalll!!
Mana sakit perut ga jelas gw belon sembuh, gw mesti bedah ikan plus cumi2 yang baunya ampun2an itu.
(dan sekarang gw ngetik dengan jari2 yang masih bau amis)
udah gitu guru2 yang jumlahnya ada 3 orang itu terus2an bolak-balik nyamperin gw. Padahal temen gw yang materinya juga ngebedah cuma disamperin sekali. kenapa saya begitu sial??
udah gitu saya sempetin nyolotin gurunya. Iya, beneran nyolotin. Sial.
Ceritanya, saya yang masih diserang sakit perut ga jelas itu baru balik dari wastafel abis cuci tangan yang bau ikan ga jelas itu.
Eh baru balik2...
"Sylvi, itu tisunya kamu."
*guru gw nunjuk jauh ke depan, di meja tempat bahan2 ditaroh. sedangkan gw ada di row kedua dari depan*
"Hah, masa punya saya Bu? Saya dari sini di sini doank kok!"
cukup nyolot? Belon. Saya belon selesai.
"Ya bisa aja kebawa angin ampe ke depan"
*sedangkan tisu yang dia tunjuk tu tisu basah. Mn bisa ketiup angin??FGS!*
"Ya kalo gitu bukan urusan saya dong Bu"

nah. Begitulah. Saya dah ngga bisa bedah (dicerca terus2an. Bedahnya salah tuh!!!(, trus nyolotin guru pula. Belon lagi tadi saya liat nilai cara pakai alat saya dikurangin 5, dari 7 (out of 10)

saya mau mampus aja.